Jumat, 14 Agustus 2009
Underconstruction.com
Maaf, untuk sementara blognya g diupdate-update. InsyaAllah bakalan diganti blognya...
Minggu, 19 Juli 2009
You are you !
It’s your way!
“I hate to be nothing” – Sylar
Adalah sifat fitrah dari manusia untuk meniru apa yang baru baginya. Sejak kecil, kita harus meniru untuk bertahan hidup. Keadaan itu terus berlanjut tanpa kita sadari hingga dewasa. Insting kita menuntut kita untuk meniru orang-orang sukses di sekitar kita. Mulai dari sikap, tutur kata, cara berpikir dan banyak hal lainnya. Mungkin memang baik untuk kita, tapi sadarilah bahwa kita akan kehilangan diri kita. Setiap manusia dilahirkan unik. Masing-masing punya potensi tersendiri. Masing-masing punya jalan suksesnya sendiri. Kesuksesan bagi orang lain belum tentu sukses bagi kita, kegagalan bagi orang lain belum tentu kegagalan kita. Saya selalu diingatkan oleh perjuangan sperma menuju ovum. Bagi anda yang sudah belajar biologi pasti mengerti. Dari milyaran sperma, hanya satu yang berhak sampai ke ovum. Yang lainnya, akan mati dan berguguran dalam perjalanannya. Dan tahukah anda? Kitalah sperma itu. Hidup ini adalah persaingan kawan. Dan tiap tiap kita dibekali senjata didalam diri kita. Senjata yang unique. Hanya kita yang tahu, dan hanya kita yang bisa membangkitkannya.
Seringkali, saya ingin berkata pada diri saya. “Saya ingin agar saya dipandang sebagai saya, bukan dia, bukan pula anda”. Ya, saya adalah saya, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki. Jujur, saya sering terjebak dalam kepribadian orang lain. Anda tahu kenapa? Karena saya belum menemukan senjata rahasia itu dalam diri saya. Atau mungkin tidak bisa kalau dikatakan belum menemukannya, lebih tepatnya, saya belum bisa menggalinya. Terjebak oleh sifat malas dan merasa cukup. Hati-hati kawan, yakinlah kedua sifat itu akan menghancurkanmu.
Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) – AlQuran surat Ali Imran : 140
Percaya tidak percaya, saya pernah mengalami masa kejayaan itu. Dan itu adalah masa ketika saya adalah saya. Saya bangkit karena keadaan. Saya bangkit karena terkucilkan.Saya bangkit karena persaingan. Dan anda tahu? Orang-orang pun tak percaya akan apa yang saya lakukan. Lalu mungkin anda bertanya-tanya kenapa saya tidak lagi seperti itu, maka saya akan menjawabnya karena saya telah kehilangan diri saya. Saya bertindak karena orang lain. Saya bergerak karena anggapan orang lain. Saya berlari dalam kemapanan. Saya kehilangan jati diri saya sesungguhnya.
Terkadang, tak perlu nasihat untuk menasihati orang lain. Hanya butuh sedikit kerlingan dan cibiran. Atau butuh sedikit senyuman. Itulah saya saat itu, saya bangkit karena keadaan. Saya bangkit karena kerlingan,cibiran dan senyuman. Sebagai anak muda,anda tentu tahu yang saya maksud. Karena masa-masa muda adalah masa yang penuh warna kawan. Dan saya tahu, masa itu akan kembali datang. Seperti saat itu.
Manfaatkanlah cibiran orang itu sebagai semangat bagi anda. Jadikanlah nothingnya anda sebagai bekal bagi anda untuk terus maju, sehingga orang tidak akan menganggap anda sebagai ancaman, dan anda akan terus bergerak maju dengan bebas. Jika anda sekarang merasa sebagai nothing maka yakinlah anda nantinya akan menjadi something. Hanya perlu usaha dan sedikit kesadaran diri. Sadarilah keadaan anda saat ini, jangan tepis anggapan remeh orang terhadap anda, tapi jadikanlah ia sebagai bahan bakar bagi semangat anda. Jangan jadi pribadi yang kecil karena anggapan orang lain bahwa anda kecil. Tapi buktikanlah bahwa anda lebih besar daripada anggapan orang lain terhadap anda. Jauh lebih besar, bahkan daripada dia yang meremehkan anda.
Bengkulu, 18 Juli 2009
“I hate to be nothing” – Sylar
Adalah sifat fitrah dari manusia untuk meniru apa yang baru baginya. Sejak kecil, kita harus meniru untuk bertahan hidup. Keadaan itu terus berlanjut tanpa kita sadari hingga dewasa. Insting kita menuntut kita untuk meniru orang-orang sukses di sekitar kita. Mulai dari sikap, tutur kata, cara berpikir dan banyak hal lainnya. Mungkin memang baik untuk kita, tapi sadarilah bahwa kita akan kehilangan diri kita. Setiap manusia dilahirkan unik. Masing-masing punya potensi tersendiri. Masing-masing punya jalan suksesnya sendiri. Kesuksesan bagi orang lain belum tentu sukses bagi kita, kegagalan bagi orang lain belum tentu kegagalan kita. Saya selalu diingatkan oleh perjuangan sperma menuju ovum. Bagi anda yang sudah belajar biologi pasti mengerti. Dari milyaran sperma, hanya satu yang berhak sampai ke ovum. Yang lainnya, akan mati dan berguguran dalam perjalanannya. Dan tahukah anda? Kitalah sperma itu. Hidup ini adalah persaingan kawan. Dan tiap tiap kita dibekali senjata didalam diri kita. Senjata yang unique. Hanya kita yang tahu, dan hanya kita yang bisa membangkitkannya.
Seringkali, saya ingin berkata pada diri saya. “Saya ingin agar saya dipandang sebagai saya, bukan dia, bukan pula anda”. Ya, saya adalah saya, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki. Jujur, saya sering terjebak dalam kepribadian orang lain. Anda tahu kenapa? Karena saya belum menemukan senjata rahasia itu dalam diri saya. Atau mungkin tidak bisa kalau dikatakan belum menemukannya, lebih tepatnya, saya belum bisa menggalinya. Terjebak oleh sifat malas dan merasa cukup. Hati-hati kawan, yakinlah kedua sifat itu akan menghancurkanmu.
Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) – AlQuran surat Ali Imran : 140
Percaya tidak percaya, saya pernah mengalami masa kejayaan itu. Dan itu adalah masa ketika saya adalah saya. Saya bangkit karena keadaan. Saya bangkit karena terkucilkan.Saya bangkit karena persaingan. Dan anda tahu? Orang-orang pun tak percaya akan apa yang saya lakukan. Lalu mungkin anda bertanya-tanya kenapa saya tidak lagi seperti itu, maka saya akan menjawabnya karena saya telah kehilangan diri saya. Saya bertindak karena orang lain. Saya bergerak karena anggapan orang lain. Saya berlari dalam kemapanan. Saya kehilangan jati diri saya sesungguhnya.
Terkadang, tak perlu nasihat untuk menasihati orang lain. Hanya butuh sedikit kerlingan dan cibiran. Atau butuh sedikit senyuman. Itulah saya saat itu, saya bangkit karena keadaan. Saya bangkit karena kerlingan,cibiran dan senyuman. Sebagai anak muda,anda tentu tahu yang saya maksud. Karena masa-masa muda adalah masa yang penuh warna kawan. Dan saya tahu, masa itu akan kembali datang. Seperti saat itu.
Manfaatkanlah cibiran orang itu sebagai semangat bagi anda. Jadikanlah nothingnya anda sebagai bekal bagi anda untuk terus maju, sehingga orang tidak akan menganggap anda sebagai ancaman, dan anda akan terus bergerak maju dengan bebas. Jika anda sekarang merasa sebagai nothing maka yakinlah anda nantinya akan menjadi something. Hanya perlu usaha dan sedikit kesadaran diri. Sadarilah keadaan anda saat ini, jangan tepis anggapan remeh orang terhadap anda, tapi jadikanlah ia sebagai bahan bakar bagi semangat anda. Jangan jadi pribadi yang kecil karena anggapan orang lain bahwa anda kecil. Tapi buktikanlah bahwa anda lebih besar daripada anggapan orang lain terhadap anda. Jauh lebih besar, bahkan daripada dia yang meremehkan anda.
Bengkulu, 18 Juli 2009
Langgan:
Entri (Atom)
